Ada tujuh macam kelezatandi dunia; makanan, minuman, pasangan hidup, pakaian, tempat tinggal, babu-bauan, objek pendengaran, dan pengelihatan. Semuanya tak berati apa-apa, sebagaimana riwayat dari Ali ibn Abu Thalib r.a., beliau berkat pada Ammar ibn Yasir r.a., ia melihatnya bernafas seperti orang yang bersedih, "Wahai Ammar! jika nafasmu karena akhirat,maka perniagaanmu mendapat keberuntungan. Tapi jika nafasmu karena dunia, transaksimu menjadi rugi".
Sesungguhnya aku telah mendapatkan kelezatan dunia, yaitu: makanan, minuman, pasangan hidup, pakaian, tempat tinggal, bau-bauan, objek pendengaran, dan pengelihatan.
Makanan yang paling utama adalah Madu, produk lebah.
Minuman yang paling baik adalah air, minuman ini yang paling mudah didapatkan dan paling berharga jika tiada.
Pasangan hidup, berhati-hatilah dan waspada, cukup bagimu bahwa istri merupakan dandanan yang paling elok sekaligus juga paling jelek.
Pakaian yang paling utama adalah kain sutera, tenunan yang diambil dari ulat sutera.
Bau-bauan yang paling utama adalah minyak misik, misik ini terbuat dari getah rusa.
Pendengaran yang paling utama adalah angin yang bertiup di udara.
Penglihatan yang paling baik adalah khayalan yang mengawang ke alam fana.
Ini pendapat beliau. Sedangkan bahaya ketujuh kelezatan ini adalah bahwa setiap kesenangan tersebut terasa jemu setelah ia terpenuhi sesaat.
Coba bayangkan setelah usai bersenggama, tapi makan dulu sebelum melakukannya, dan perhatikan bagaimana kenikmatan yang diinginkan berbalik kabur darinya saat itu?! Jadi bagaimana kenikmatan tersebut bisa sejajar dengan kesenangan yang bisa bertahan lama, dan ketenangannya tidak bisa musnah selamanya. Kenikmatan tersebut merupakan kesenangan dengan kesempurnaan jiwa dengan keutamaan spiritual, terlebih lagi dimiliki seluruhnya dengan ilmu dan akal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar