Pernahkah pada suatu hari kamu mencoba mengakui kesalahanmu sendiri terhadap kawanmu, istrimu, bahkan kepada anakmu?
Kamu terkadang jujur untuk menjawab,"Belum,aku belum mencobanya". Namun jangan sekali-kali menjawab,"Aku selamanya tidak pernah berlaku salah pada orang lain." Dengan begitu telah menampakkan dirimu sebagai pribadi yang angkuh dan penuh tipu daya.
Sekarang akan kuhadirkan kisah Ibn az-Zubair dengan bibinya, Aisyah r.a.
Ia (Zubaidah) telah melakukan kesalahan kepada bibinya, berbicara dengan kata-kata keras, sebagian kata-katanya seperti batu, atau lebih keras dari itu, kemudian ia menyesal dan mengakui kesalahnya, memperlembut ucapannya dan berlaku rendah hati kepada bibinya, ia menangis di depan Aisyah r.a. hingga Aisyah merasa ridha dan memaafkannya.
hh
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Juni 2010
Sabtu, 15 Mei 2010
Bagaimana Menjaga Emosi
kehidupan sehari-hari tidak lepas dari krisis yang sifatnya sementara dan problem yang mendadak yang membuat sebagian dari kita tampak tegang dan emosi. Pada umumnya, hal ini mengakibatkan solusi yang tidak baik terhadap problem yang dihadapi. kita sering menyesali keterburuan kita dalam ucapan atau tindakan apa saja, itu terjadi pada saat kita marah besar. Karena itu, penting bagi kita mempelajari keahlian menjaga emosi. Hal ini merupakan perilaku yang bisa dipelajari dan dipraktekkan.
Minggu, 11 April 2010
Makna di Balik Senyuman
Apakah Anda menginginkan ganjaran dan pahala dengan tanpa kerja keras dan repot? Tersenyumlah pada saudara Anda sesama muslim. Nabi SAW. telah bersabda, "Senyumanmu pada wajah saudaramu adalah sedekah". (HR. Tirmidzi dan hadist ini sahih menurut al-Albani)
Betapa banyak sedekah yang kita abaikan sebab wajah yang bengis, bermuka masam, dan murung... Sebagian orang mengira bahwa apabila tersenyum pada orang lain, maka wibawanya berkurang. Apabila bermuka masam dan bengis, maka mereka semakin menghormatinya. Pemahaman dan gambaran seperti ini keliru, karena orang lain tidak menghormati sikap seperti ini, tapi malah mereka menjauhinya dan menghindarinya.
Betapa banyak sedekah yang kita abaikan sebab wajah yang bengis, bermuka masam, dan murung... Sebagian orang mengira bahwa apabila tersenyum pada orang lain, maka wibawanya berkurang. Apabila bermuka masam dan bengis, maka mereka semakin menghormatinya. Pemahaman dan gambaran seperti ini keliru, karena orang lain tidak menghormati sikap seperti ini, tapi malah mereka menjauhinya dan menghindarinya.
Jangan Bersedih atas Kesenangan Dunia
Ada tujuh macam kelezatandi dunia; makanan, minuman, pasangan hidup, pakaian, tempat tinggal, babu-bauan, objek pendengaran, dan pengelihatan. Semuanya tak berati apa-apa, sebagaimana riwayat dari Ali ibn Abu Thalib r.a., beliau berkat pada Ammar ibn Yasir r.a., ia melihatnya bernafas seperti orang yang bersedih, "Wahai Ammar! jika nafasmu karena akhirat,maka perniagaanmu mendapat keberuntungan. Tapi jika nafasmu karena dunia, transaksimu menjadi rugi".
Label:
agama,
info,
kesabaran,
Nasehat,
pelajaran hidup,
pengetahuan,
segment,
spiritual
Menangis Karena Bahagia
Seorang usahawan dan hartawan telah memiliki sejumlah perusahaan di USA. Ada seorang pemuda beragama Islam bekerja di salah satu perusahaan tersebut.
Setiap pengusaha itu lewat di depan sang pemuda, si pemuda selalu tersenyum dan tanda kebahagiaan tampak diraut wajahnya, sedangkan si pengusaha selalu bersedih dan murung.
Lalu pengusaha itu bertanya pada sang pemuda tentang senyumannya yang memancarkan kegembiraan dan kebagaiaan.
Pemuda itu menjawab, "Karena saya seorang muslim."
Pengusaha itu bertanya lagi padanya, "kalau saya masuk Islam, apakah bisa saya temukan kebahagiaan yang kamu rasakan?"
Pemuda tersebut menjawab, "ya"
Maka pemuda muslim tersebut membawa pengusaha ke salah satu Islamic center, lalu ia membaca kalimat syahadat, kemudian seketika itu juga ia meledak dalam uraian tangis yang begitu mengharukan, lalu pengusaha itu ditanya tentang sebab tangisannya, maka ia menjawab, "Untuk pertama kalinya seumur hidup saya, saya merasakan kebahagian". "Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk Allah. Mereka itu dalam kesulitan yang nyata". (Az-Zimar: 22)
Setiap pengusaha itu lewat di depan sang pemuda, si pemuda selalu tersenyum dan tanda kebahagiaan tampak diraut wajahnya, sedangkan si pengusaha selalu bersedih dan murung.
Lalu pengusaha itu bertanya pada sang pemuda tentang senyumannya yang memancarkan kegembiraan dan kebagaiaan.
Pemuda itu menjawab, "Karena saya seorang muslim."
Pengusaha itu bertanya lagi padanya, "kalau saya masuk Islam, apakah bisa saya temukan kebahagiaan yang kamu rasakan?"
Pemuda tersebut menjawab, "ya"
Maka pemuda muslim tersebut membawa pengusaha ke salah satu Islamic center, lalu ia membaca kalimat syahadat, kemudian seketika itu juga ia meledak dalam uraian tangis yang begitu mengharukan, lalu pengusaha itu ditanya tentang sebab tangisannya, maka ia menjawab, "Untuk pertama kalinya seumur hidup saya, saya merasakan kebahagian". "Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk Allah. Mereka itu dalam kesulitan yang nyata". (Az-Zimar: 22)
Label:
agama,
kesabaran,
Nasehat,
pelajaran hidup,
pengetahuan,
segment,
spiritual
Jangan Bersedih Karena Ditimpa Bencana
Orang mukmin tidak perlu cemas dengan penyakit atau dengan maut, jika memang tabiatnya tidak mampu menghadapinya, maka sebaiknya ia bersabar semampunya. Baik dengan alasan mencari pahala dari apa yang ia kerjakan, atau dengan alasan menjelaskan manfaat ridha dengan takdir. Kejadian seperti itu hanyalah sementara saja dan kemudian ia akan hilang.
Bagi orang yang sembuh dari sakitnya yang hanya diderita dalam beberapa saat,yang dulu ia cemaskan,renungkanlahke mana perginya saat-saat yang mencemaskan itu ketika sudah sembuh.
Bagi orang yang sembuh dari sakitnya yang hanya diderita dalam beberapa saat,yang dulu ia cemaskan,renungkanlahke mana perginya saat-saat yang mencemaskan itu ketika sudah sembuh.
Label:
agama,
kesabaran,
Nasehat,
pengetahuan,
spiritual
Sabtu, 10 April 2010
Pahala Orang Yang di Tinggal Mati Anaknya
Diantara musibah yang paling berat menimpa manusia adalah kematian anak sang buah hati. Dalam kondisi seperti ini, ia merasa jiwanya telah di renggut dan hatinya telah dihancurkan.Dengan demikian, orang beriman mesti bersabar. Mengapa harus bersabar? Karena semua yang berasal dari Allah merupakan kebaikan baginya dan anaknya.
Ia tabah, karena ia tahu bahwa anak adalah titipan dari-Nya. Sesungguhnya Allah dalah Pemilik titipan. Ia hanya menjaganya di dunia ini hingga ia serahkan kembali kepada Sang Pemilik.
Ia tegar, karena ia tahu bahwa duka cita dan penyesalan tidak ada gunanya dan tidak akan pernah bisa membuat anaknya kembali kepadanya. Nabi SAW. memberitahukanbahwa orang yang sudah mati akan dia azabdalam kuburnya sebab diratapi.
Ia tabah, karena ia tahu bahwa anak adalah titipan dari-Nya. Sesungguhnya Allah dalah Pemilik titipan. Ia hanya menjaganya di dunia ini hingga ia serahkan kembali kepada Sang Pemilik.
Ia tegar, karena ia tahu bahwa duka cita dan penyesalan tidak ada gunanya dan tidak akan pernah bisa membuat anaknya kembali kepadanya. Nabi SAW. memberitahukanbahwa orang yang sudah mati akan dia azabdalam kuburnya sebab diratapi.
Langganan:
Postingan (Atom)