hh


  • Web
  • chidoel.blogspot.com
  • Sabtu, 10 April 2010

    Pahala Orang Yang di Tinggal Mati Anaknya

    Diantara musibah yang paling berat menimpa manusia adalah kematian anak sang buah hati. Dalam kondisi seperti ini, ia merasa jiwanya telah di renggut dan hatinya telah dihancurkan.Dengan demikian, orang beriman mesti bersabar. Mengapa harus bersabar? Karena semua yang berasal dari Allah merupakan kebaikan baginya dan anaknya.

    Ia tabah, karena ia tahu bahwa anak adalah titipan dari-Nya. Sesungguhnya Allah dalah Pemilik titipan. Ia hanya menjaganya di dunia ini hingga ia serahkan kembali kepada Sang Pemilik.

    Ia tegar, karena ia tahu bahwa duka cita dan penyesalan tidak ada gunanya dan tidak akan pernah bisa membuat anaknya kembali kepadanya. Nabi SAW. memberitahukanbahwa orang yang sudah mati akan dia azabdalam kuburnya sebab diratapi.

    Ia mesti sabar,karena ia berhasrat mendapatkan pahala orang-orang sabar. Dan dalam hal ini, pahala sabar adalah surga, seperti hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda, "Allah berfirman, "Tidaklah bagi hamba-Ku yang beriman mendapat ganjaran pahala dari-Ku apabila aku mencabut nyawa kekasih setianya di dunia kemudian mengharapkan pahal tersebut,kecuali surga".(HR. Bukhari) Dan dri Abu Sinan, " Aku menguburkan anakku Sinan, sementara Abu Thalhah al-Khaulani duduk di sisi kubur. Ketika aku mau pergi,Ia menarik tanganku lalu berkata, "Maukakh kau kuberitahukan berita gembira wahai Abu Sinan?" Aku menjawab, "Baiklah". Ia berkata, "Adh-Dhahhak ibn Abdurrahman ibn 'Arzab menceritakan padaku, dari Abu Musa al-Asy'ari bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Apabila anak hamba Allah meninggal dunia, maka Allah berfirman pada malaikat pencabut nyawa, "Betulkah engkau telah mencabut(nyawa)anak hamba-Ku? Malikat menjawab, "betul". Lalu Allah berfirman, "Benarkah engkau mencabut (nyawa) buah hatinya?" Malaikat menjawab, "Benar". Lalu Allah berfirman, "Apa yang dikatakan oleh hamba-Ku?" Malikat menjawab, "Ia memuji engkau dan mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un'".Lalu Allah berfirman, "Untuk hamba-Ku ini, bangunkan sebuah istana di surgada namakan bait al-hamdi (rumah terpuji)". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar